Penggunaan Telegram sebagai Media Pembelajaran Interaktif bagi Guru-guru di SMP PAB 2 Helvetia
Isi Artikel Utama
Abstrak
Transformasi digital dalam dunia pendidikan menuntut para pendidik untuk mengadopsi teknologi guna menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan inovatif. Mitra dalam program pengabdian ini adalah para guru di SMP PAB 2 Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, yang menghadapi kendala rendahnya literasi digital dan minimnya pemanfaatan media digital dalam kegiatan belajar mengajar. Selama ini, penggunaan aplikasi Telegram di sekolah tersebut hanya sebatas alat komunikasi satu arah, tanpa dimanfaatkan sebagai platform interaktif. Tujuan dari Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah meningkatkan keterampilan teknis dan pedagogis guru dalam memanfaatkan Telegram sebagai media pembelajaran interaktif. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan intensif (workshop), simulasi praktik terbimbing, serta pendampingan implementasi di kelas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keterampilan digital guru, di mana mereka berhasil mengubah metode komunikasi dari yang semula satu arah menjadi pembelajaran dua arah yang lebih dinamis dengan memanfaatkan fitur polling, kuis, dan bot edukatif. Luaran utama dari program ini meliputi tersusunnya modul pembelajaran berbasis Telegram, terbentuknya komunitas guru digital di sekolah, serta meningkatnya partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Secara keseluruhan, program ini telah berhasil meletakkan dasar bagi terciptanya budaya pembelajaran yang lebih adaptif, menarik, dan relevan dengan perkembangan teknologi pendidikan di era digital.
Unduhan
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.